Arsip Blog

Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Penelitian tindakan adalah kajian tentang situasi sosial, dengan maksud untuk meningkatkan kualitas tindakan di dalamnya. Seluruh proses, telaah, diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan pengaruh menciptakan hubungan yang diperlukan antara evaluasi diri dan perkembangan profesional.

Sedangkan penelitian tindakan kelas adalah penelitian tindakan yang dilakukan di kelas dengan tujuan memperbaiki mutu praktik pembelajaran di kelasnya. Kelas merupakan sekelompok siswa penerima pelajaran yang sama dari guru yang sama. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas menggabungkan tindakan bermakna dengan prosedur penelitian yang merupakan suatu upaya memecahkan masalah sekaligus mencari dukungan ilmiah.


1. Prinsip pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
  • Guru dalam melaksanakan Tridarma PT, pelaksanaan penelitian tidak boleh mengganggu atau menghambat kegiatan pembelajaran.
  • Metodologi yang digunakan harus reliabel artinya terencana dengan cermat sehingga tindakan dapat dirumuskan dalam suatu hipotesis tindakan yang dapat diuji di lapangan.
  • Permasalahan yang dipilih harus menarik, nyata, tidak menyulitkan, dapat dipecahkan, berada dalam jangkauan peneliti untuk melakukan perubahan, dan peneliti merasa terpanggil untuk meningkatkan diri.
  • Pegumpulan data tidak mengganggu atau menyita waktu terlalu banyak.
  • Metode dan teknik yang digunakan tidak terlalu menuntut, baik dari kemampuan guru itu sendiri maupun dari segi waktu.
  • Harus memperhatikan etika penelitian, tatakrama penelitian, dan rambu-rambu pelaksanaan yang berlaku umum, seperti yang diteliti harus dihormati kerahasiannya, semua yang terkait setuju dengan prinsip-prinsip penelitian, harus ada laporan dan lain-lain.
  • Kegiatan penelitian pada dasarnya harus merupakan gerakan yang berkelanjutan (on-going), karena cakupan peningkatan dan pengembangan sepanjang waktu menjadi tantangan.
  • Situasional artinya berkaitan langsung dengan permasalahan yang konkrit dihadapi guru dalam kesehariannya. Hal ini dapat berkaitan dengan diagnosis masalah dalam konteks tertentu. Masalah diangkat dari praktik pembelajaran keseharian yang dapat dirasakan oleh guru atau siswa atau keduanya.
  • Kontekstual artinya upaya penyelesaian atau pemecahannya demi peningkatan mutu pendidikan, prestasi siswa, profesi guru dan mutu PT tidak terlepas dari konteksnya dengan cara merefleksi diri, yaitu sebagai praktisi dalam pelaksanaan tugas-tugasnya sekaligus secara sistemik meneliti dirinya sendiri.
2. Karakteristiknya penelitian tindakan kelas (PTK)
  • Bersifat kolaboratif dan partisipatif antara guru, siswa, dan  individu lain yang terkait dalam proses pembelajaran. Satuan kerja sama secara langsung atau tidak langsung dengan perspektif berbeda
  • Bersifat self-evaluatif (evaluatif dan reflektif) yaitu kegiatan memodifikasi praktek yang dilakukan secara kontinu, dievaluasi dalam situasi yang ada dan terus berjalan, dengan  tujuan akhir untuk meningkatkan perbaikan dalam praktik yang dilakukan guru.
  • Bersifat fleksibel dan adaptif (luwes dan menyesuaikan) memungkinkan adanya perubahan selama masa percobaan. Adanya penyesuaian menjadikan prosedur yang cocok untuk di perkuliahan yang memiliki banyak kendala. 
  • Penelitian tindakan kelas memanfaatkan data pengamatan dan perilaku empirik yaitu menelaah ada tidaknya kemajuan , sementara penelitian dan proses pembelajaran terus berjalan, semua informasi yang ada dikumpulkan, diolah, didiskusikan, dinilai oleh beberapa individu yang terkait untuk melakukan tindakan. Perubahan kemajuan dicermati dari waktu ke waktu dengan melakukan evaluasi formatif.
  • Sifat dan sasaran penelitian tindakan kelas adalah situasional-spesifik, tujuannya pemecahan masalah praktis. Dengan demikian temuan-temuannya berguna dalam dimensi praktis tidak dapat digeneralisasi sehingga tidak secara langsung memiliki andil pada usaha pengembangan ilmu. 
3. Tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
  • Agar guru dapat memperbaiki mutu kinerja atau meningkatan proses pembelajaran secara berkesinambungan. Pada dasarnya melekat pada terlaksananya misi profesional pendidikan yang diemban oleh guru. Hal ini  dicapai melalui refleksi untuk mendiagnosis keadaan. Melakukan analisis-sintesis-interpretasi-eksplanasi dalam refleksi dan kemudian mencobakan alternatif tindakan serta dievaluasi efektifitasnya dan merupakan kegiatan daur ulang tindakan.
  • Untuk mengembangkan kemampuan dan ketrampilan guru dalam menghadapi permasalahan yang nyata pada proses pembelajaran di kelasnya dan atau di PTnya sendiri. PTK dapat sebagai alat untuk memecahkan masalah yang didiagnosis dalam situasi tertentu.
  • Dapat digunakan sebagai alat untuk memasukkan inovasi pada pembelajaran ke dalam sistem yang ada karena sulit dilakukan oleh upaya pembaharuan yang dilakukan pada umumnya.
4. Manfaat Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
  • Dapat meningkatkan, melibatkan dan mengembangkan pembelajaran.
  • Praktik pembelajaran yang berarti guru makin diberdayakan mengambil prakarsa profesional yang semakin mandiri.
  • Pemberdayaan guru menuju profesionalisme guru, dengan segala upaya, ketulusannya, dan kemandiriannya mengembangkan model-model pembelajaran yang baru dan diujicobakan di kelasnya.
  • guru berani menggunakan  hal-hal yang baru dengan segala  risiko yang mungkin terjadi  dalam mencobakan serta diduga mampu peningkatan mutu pembelajaran.


Artikel Terkait

0 komentar :

Poskan Komentar

Loading...
 

Catatannya Didit Copyright © 2011-2015 | Powered by Blogger